Komunitas Penulis Perubahan

Pernahkah anda memperhatikan gaya berfoto antar generasi? Kemarin (13/2 2012) di PT Indocement, dalam forum Generation Gap, direktur SDM dan pengembangan usaha Wijaya Karya, Tony Warsono menunjukkan 2 buah foto. Foto pertama adalah generasi “telepon pintar” yang lahir pasca 1980-an dan direkrut perusahaan setelah 2006. Foto kedua adalah kumpulan para senior yang direkrut jauh sebelum krisisi moneter 1997. Sebut saja generasi telepon.  Ya, teleponnya telepon rumah, just a telephone.  Atau kadang juga disebut generasi komputer, atau Gen X.  Lahir setelah tahun 1960-an.

Generasi telepon pintar saat diminta bergaya bebas terlihat sangat ekspresif, lepas, riang dan benar benar bergaya bebas dengan gerakan tangan, mulut, dan badan yang “merdeka”. Sebaliknya, saat diminta bergaya bebas, generasi telepon ternyata benar benar jadul. Kaku, tidak ekspresif, dengan gerakan tangan yang terbatas.  Paling-paling cuma sekedar angkat jempol.  Entah karena umur, agak jaim, atau memang sejak sekolah dibelenggu oleh banyak aturan yang menyebabkan menjadi generasi pasif yang…

View original post 1,100 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s